Rabu, 19 Januari 2011

Wacana Bahasa Indonesia


Kata Pengantar


          Era globalisasi menuntut orang harus menguasai ilmu dan tekhnologi khususnya kalangan generasi muda. Orientasi pendidikan pun ditujukan pada penguasaan ilmu dan tekhnologi. Untuk itu, bahasa Indonesia memegang peranan penting. Disamping sebagai bahasa pengantar dalam pelaksanaan pendidikan, bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa ilmu dan tekhnologi. Penguasaan bahasa Indonesia akan memperlancar pencapaian tujuan pendidikan dan penguasaan ilmu serta tekhnologi.
          Di dalam pendidikan Bahsa Indonesia sendiri sudah tidak lagi berorientasi pada pengajaran struktur bahsa. Pengajaran bahasa Indonesia beroriemtasi pada pendekatan komunikatif yang menekankan keterampilan berbahasa dalam berbagai kepentingan komunikasi. Keterampilan berbahasa dapat dibangun diatas fondasi pengetahuan bahasa.


Daftar Isi

Kata Pengantar
Daftar Isi
Pendahuluan
·        Latar Belakang Masalah
·        Rumusan Masalah
BAB I Pengertian dan Kajian Terdahulu tentang Wacana
BAB II Pemahaman terhadap Wacana Bahasa Indonesia
Kesimpulan
Daftar Pustaka


Pendahuluan

Latar belakang masalah
Bagaimana seseorang dapat memahami wacana dengan baik dan benar dan sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa yang benar

Rumusan masalah
Dalam sebuah wacana harus asa kohesi dan koherensi agar wacana dapat dengan mudah dipahami dan dimengerti



BAB I
Pengertian dan Kajian terdahulu tentang Wacana

                   Wacana merupakan tataran yang pa;ling besar dalam hierarki kebahsaan setelah kalimat. Sebagai tataran terbesar dalam hierarki kebahasaan, wacana bukanlah merupakan susunan kalimat secara acak, melainkan merupakan suatu satuan bahasa, baik lisan maupun tulis, yang tersusun berkesinambungan dan membentuk suatu kepaduan.
a)     Menurut Alwi et al (1998 : 471)
Wacana adalah rentetan kalimat berkaitan yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lain dan membentuk kesatuan.
b)    Menurut Halim (1974 : 83)
Wacana adalah seperangkat kalimat yang karena pertalian semantiknya diterima sebagai suatu keseluruhan yang relatif lengkap oleh pemakaian bahasa, baik penutur maupun pendengar.
c)     Menurut Chaer (1994 : 267)
Wacana merupakan satuan bahasa yang lengkap sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi/terbesar.
d)    Menurut Hidayat (1990 : 30)
Agar dapat memahami wacana secara baik, seorang pembaca harus memiliki pengetahuan yang memadai


 
BAB II
Pemahaman Terhadap Wacana Bahasa Indonesia

II. I    Pemahaman yang dimaksud adalah kemampuan dalam menuangkan dan menempatkan gagasan pokoknya kedalam sebuah paragraph dan kemampuan dalam menerapkan alat pemadu wacana.
          Dalam membangun wacana harus ada kesatuan dan harus ada kepaduan paragraph. Satu paragraph bukanlah merupakan kumpulan kalimat yang masing-masing berdiri sendiri, tetapi dibangun oleh kalimat yang mempunyai hubungan.

III. II  Kohesi dan Koherensi
          Dalam pembicaraan mengenai wacana, kita tidak dapat menghindari pembicaraan mengenai kohesi. Dalam suatu wacana, kohesi merupakan keterkaitan semantic antara proposisi yang satu dan proposisi lainnya dalam wacana itu.
·        Pengertian kohesi itu adalah keserasian hubungan antara unsure yang satu dan unsur yang lain dalam wacana sehingga tercipta pengertian yang apik/koheren.
·        Pengertian koherensi itu adalah pertalian semantic antara unsur yang satu dan lainny dalam wacana

 

Kesimpulan


          Wacana baik yang lisan maupun tertulis memerlukan kohesi dan koherensi. Kohesi diperlukan untuk menata pikiran dan wujud kata dalam kalimat yang tepat dan baik, kesinambungan satu kalimat dengan kalimat lain, satu paragraph dengan paragraph lain, dan bahkan satu bab dengan bab yang lain perlu diperhatikan agar semuanya dapat meluncur dengan baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar