Rabu, 19 Januari 2011

PERIODE ANGKATAN `45: 1940-1955





Pada periode ini, keadaan perang mempengaruhi penciptaan sastra dalam permasalahan dan gayanya. Penulis menjadi realistis menghadapi kehidupan, sinis dan ironis terhadap keadaan yang tak menyenangkan yang melanggar rasa kemanusiaan. Sastrawan sebagai anggota masyarakat, maka mereka mencerminkan semuanya itu dalam karya-karya sastranya.
Para sastrawan periode ini, umumnya mulai menulis pada permulaan tahun 40-an. Masa produktif angkatan ini antara 1943-1953, sesudah itu kekuatannya melemah. Dalam arti, sesudah itu sastrawan angkatan ini jarang menulis meskipun ada juga beberapa yang masih menulis sampai sekarang. Tapi karya-karya yang muncul dari angkatan ini sudah meredup.

            I.      Ciri-Ciri Intrinstik dalam Periode Angkatan `45
A.    Ciri-Ciri Struktur Estetik

1.      Puisi :
a.       Puisi bebas, tak terikat pembagian bait, jumlah baris, dan persajakan (rima);
b.      Gayanya ekspresionisme;
c.       Aliran gaya realism;
d.      Pilihan kata (diksi) untuk mencerminkan pengalaman batin yang dalam dan untuk intensitas arti; mempergunakan kosakata bahasa sehari-hari sesuai dengan aliran realisme;
e.       Bahasa kiasan yang dominan metafora dan simbolik; kata-kata, frasa, dan kalimat-kalimat ambigu menyebabkan arti ganda dan banyak tafsir;
f.       Gaya sajaknya prismatic dengan kata-kata yang ambiguitas dan simbolik hubungan baris-baris dan kalimat-kalimatnya implicit;
g.      Gaya pernyataan pikiran berkembang (nantinya gaya ini berkembang menjadi gaya sloganis); dan
h.      Gaya ironi dan sinisme menonjol.

2.      Prosa :
a.       Banyak alur sorot balik, meski ada alur lurus;
b.      Digresi dihindari, alurnya padat;
c.       Perwatakan/ penokohan: analisis fisik tidak dipentingkan, yang ditonjolkan analisis kejiwaan, tetapi tidak dengan analisis langsung, melainkan dengan cara dramatik: dengan arus kesadaran dan cakapan antar tokoh;
d.      Gaya ironi dan sinisme makin banyak digunakan; dan
e.       Gaya realism dan naturalism, menggambarkan kehidupan sewajarnya, secara mimetic.

B.     Ciri-Ciri Ekstra Estetik

1.      Puisi :
a.       Individualism menonjol, dalam arti, kesadaran kepada keberadaan diri pribadi terpancar dengan kuat dalam sajak-sajak periode ini;
b.      Mengekspresikan kehidupan batin/ kejiwaan manusia lewat peneropongan batin sendiri;
c.       Mengemukakan masalah kemanusiaan umum (humanism universal) tampak jelas, seperti tentang kesengsaraan hidup, hak-hak asasi manusia;
d.      Masalah kemasyarakatan: mengemukakan kepincangan dalam masyarakat, seperti gambaran perbedaan menyolok antara golongan kaya dan miskin; dan
e.       Filsafat eksistensialisme mulai dikenal.

2.      Prosa:
a.       Mengemukakan masalah kemasyarakatan, diantaranya kesengsaraan kehidupan, kemiskinan, kepincangan-kepincangan dalam masyarakat, perbedaan kaya dan miskin, eksploitasi manusia oleh manusia;
b.      Mengemukakan masalah kemanusiaan yang universal: kesengsaraan karena perang, tak adanya perikemanusiaan dalam perang, pelanggaran hak asasi manusia, ketakutan-ketakutan manusia, impian perdamaian dan ketentraman hidup;
c.       Mengemukakan pandangan hidup dan pikiran-pikiran pribadi untuk memecahkan suatu masalah; dan
d.      Latar cerita pada umumnya latar peperangan, terutama perang kemerdekaan melawan Belanda, meskipun ada juga latar perang menentang Jepang. Di samping itu, juga latar kehidupan masyarakat sehari-hari.

         II.      Kekurangan dan Kelebihan Periodisasi Angkatan `45
A.    Kekurangan Periodisasi Angkatan `45 :
1.      Pada angkatan `45, karya sastra yang muncul umumnya bersifat patriotik, sehingga karya sastra yang temanya bukan patriotik tidak begitu dikenal;
2.      Tidak mengetahui persepsi pembaca pada masa itu;
3.      Tidak mengetahui kritik yang muncul untuk tiap-tiap karya sastra (novel,dll) yang ada pada masa itu;
4.      Rancunya penempatan pengarang dan karya sastra pada periode tersebut dikarenakan beberapa pengarang yg masih produktif di beberapa periode berikutnya;
5.      Karya sastra yang berisi tentang kritikan untuk pemerintah pada masa itu tidak diterbitkan (tidak dipopulerkan);
6.      Pada masa sebelum kemerdekaan banyak karya sastra yang dibatasi perkembangannya;
7.      Karya sastra yang tidak berbahasa nasional (berbahasa daerah) tidak dimasukkan dalam periode ini.

B.     Kelebihan Periodisasi Angkatan `45 :
1.      Karya sastra angkatan `45 masih populer pada masa itu hingga sekarang;
2.      Memudahkan pembaca selanjutnya untuk melakukan penelitian (pencarian) karya-karya sastra yang ada pada periodisasi `45;
3.      Banyak karya sastra yang menumbuhkan jiwa kebangsaan dan rasa nasionalisme;
4.      Pada periode ini, banyak pengarang yang sudah berani melahirkan karya-karya sastra yang bebas dan tidak terikat pada konvensi, misalnya dari segi rima, bait, isi, dll.

     III.      Penulis dan Hasil Karya Sastra Angkatan '45
A.    Sastra Indonesia
1.      Chairil Anwar
a.       Krawang-Bekasi
b.      Persetujuan dengan Bung Karno
c.       Cerita buat Dien Tamaela
d.      Isa
e.       Tuti Artic
f.       Senja di Pelabuhan Kecil
g.      Cintaku Jauh di Pulau
h.      Datang Dara Hilang Dara
i.        Aku
                 Kalau sampai waktuku
        Ku mau tak seorang kan merayu
        Tidak juga kau

        Tak perlu sedu sedan itu
        Aku ini binatang jalang
        Dari kumpulannya terbuang

        Biar peluru menembus kulitku
        Aku tetap meradang menerjang

        Luka dan bisa kubawa berlari
        Berlari
        Hingga hilang pedih peri

        Dan aku akan lebih tidak peduli
        Aku mau hidup seribu tahun lagi
                              (Kerikil Tadjam, 1946)
j.        Diponegoro
    Di masa pembangunan ini
    Tuan hidup kembali
    Dan bara kagum menjadi api
    Di depan sekali tuan menanti
    Tak gentar. Lawan benyaknya seratus kali
    Pedang di kanan, keris di kiri
    Berselubung semangat yang tak bisa mati

    Maju
    Ini barisan tak bergenderang-berpalu
    Kepercayaan tanda menyerbu
    Sekali berarti
    Sudah itu mati

    Maju
    Bagimu negeri
    Menyediakan api
    Punah di atas menghamba
    Binasa di atas ditinda
    Sungguhpun dalam ajal baru tercapai
    Jika hidup baru merasai

    Maju
    Serbu
    Serang
    Terjang
                              (Kerikil Tadjam, 1946)
k.      Persetujuan dengan Bung Karno
l.        Siap Sedia
m.    Cerita buat Dien Tamaela
n.  Doa
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu...
o.      Isa
p.      Senja di Pelabuhan Kecil
q.      Cintaku Jauh di Pulau
r.        Sorga

2.      Asrul Sani     
a. Mantra
    Raja dari batu hitam
    Dibalik rimba kelam
    Naga malam
    Mari kemari !...
   b. Surat dari Ibu
   c. Pengakuan
   d. Bola Lampu
   e. Sahabat Saya Cordiaz
   f. Si Penyair Belum Pulang
   g. Perumahan bagi Fadjria Novari
   h. Dari Suatu Masa dari Suatu Tempat
   i. Museum
   j. Panen

3.      Rivai Apin
Kebebasan
     Diatas hancuran tembok yang kuruntuhkan
     Berdiri aku atas kuda putihku, gaya dan jaya...

4.      Idrus
a. Dari Ave Maria ke Djalan Lain ke Roma (cerpen,1948)
b. Aki (1949)
c. Perempuan dan Kebangsaan
d. Kejahatan Membalas
e. Dengan Mata Terbuka
f. Hati Nurani Manusia

5.      Pramoedya Ananta Toer
a. Bukan Pasar Malam (1951)
b. Di Tepi Kali Bekasi
c. Gadis Pantai
d. Keluarga Gerilja (1951)
e. Mereka jang Dilumpuhkan (1951)
f. Perburuan (1950)
g. Tjerita dari Blora (1963)
h. Kranji dan Bekasi Jauh
i. Blora
                              j. Subuh
                              k. Percikan Revolusi
                              l. Gulat di Jakarta
                              m. Korupsi
                              n. Midah, Si Manis Bergigi Emas
                              o. Cerita dari Jakarta
                              p. Mencari Anak yang Hilang (cerpen)

6.      Mochtar Lubis
a. Tidak Ada Esok (novel, 1951)
b. Djalan Tak Ada Udjung (1958)
c. Si Djamal dan Cerita-Cerita Lain(kumpulan cerpen, 1950)
d. Harimau-Harimau! (1977)
e. Senja di Jakarta (novel, 1970; di Inggriskan Claire Holt dengan judul Twilight in Jakarta)
f. Tanah Gersang (novel, 1966)
g. Perempuan
h. Teknik Mengarang (1951)
i. Teknik Menulis Skenerario Film (1952)
j. Harta Karun (cerita anak, 1964)
k. Judar Bersaudara (cerita anak, 1972)
l. Penyamun dalam Rimba (cerita anak, 1972)
m. Manusia Indonesia (1977)
n. Berkelana dalam Rimba (cerita anak, 1980)
o. Kuli Kontrak (kumpulan cerpen, 1982)
p. Bromocorah (kumpulan cerpen, 1983)

7.      Achdiat K. Mihardja
a. Atheis - 1958
b. Kumpulan Polemik Kebudayaan
c. Drama kanak-kanak berjudul “Bentrokan dalam Asrama”
d. Keretakan dan Ketegangan
e. Kesan dan Kenangan

8.      Trisno Sumardjo
a. Katahati dan Perbuatan (kumpulan puisi, 1952)
b. Terjemahan karya W. Shekespeare: Hamlet, Impian di Tengah Musim, Macbeth, Raja Lear, Romeo dan Julia, Saudagar Venezia, dll.
c. Cita Teruna
d. Rumah Raja
e. Rumah Raja
f. Wajah-Wajah yang Berubah
g. Topeng

9.      M. Balfas
a. Lingkaran-Lingkaran Retak (kumpulan cerpen, 1978)
b. Si Enoh Buta (cerpen)

10.  Utuy Tatang Sontani
Drama :
            a. Suling (1948)
            b. Awal dan Mira – drama satu babak (1962)
            c. Bunga Rumah Makan
           
Karya yang lainnya :
            a. Tambera (1952)
      b. Manusia Iseng
            c. Sayang Ada Orang Lain
            d. Di Langit Ada Bintang
            e. Saat yang Genting
            f. Selamat Jalan Anak Kufur

11.  Sitor Situmorang
a. Pangeran
b. Lagu Gadis Itali
    Kerling danau di pagi hari
    Lonceng gereja bukit Itali
    Jika musimmu tiba nanti
    Jemputlah abang di teluk Napoli
                                 Sajak :
   a. Surat Kertas Hijau
   b. Dalam Sajak
   c. WajahTak Bernama
   d. Zaman Baru
   Drama :
   a. Jalan Mutiara
Cerpen :
   a. Pertempuran-Pertempuran Salju di Paris

12.       Aoh K. Hadimadja
Zahra

13.       M. H. Rustandi Kartakusuma
a. Prabu dan Putri
b. Merah Semua Putih Semu
c. Lagu Kian Menjauh (skenario film)
d. Rekaman dari Tujuh Daerah (kumpulan puisi)
e. Paradise Lost
     Di atas ubun-ubunmu
     Dan keturunanmu
     Terbeku buah khuldi...

14.       Walujati
a. Pujani (roman)
b. Sajak buat Anak yang Takkan Lahir
             Rahim yang tak hendak lagi menampung
     Dada yang tak hendak lagi menumpah
     Anak yang tak akan bernaung…

15.       S. Rukiyah
a. Tandus (kumpulan puisi)
b. Kejatuhan dan Hati (roman)

16.       Suwarsih Djojo Puspito
Roman :
a. Buiten het Gareel
b. Marjanah
       
Cerpen :
a. Tujuh Cerita Pendek
b. 4 Serangkai

17.       Barus Siregar (1951)
 Busa Di Laut Hidup (kumpulan cerpen)

18.       Zuber Usman
Sepanjang Jalan dengan Beberapa Citra (kumpulan cerpen, 1953)

19.       S. K. Muljadi
Kuburan (kumpulan cerpen dan sajak)

20.       Soleh Sastrawinata
Kisah Sewajarnya (kumpulan cerpen,1952)

21.       S. Mundingsari
Jayawijaya (roman,1952)

22.       Muh. Dimyati / Badruz Zaman
Manusia + Peristiwa (kumpulan cerpen,1951)

23.       R. Soetomo
Mega Putih (sajak,1950)

24.       Rustam. St. Palindih
a. Mekar Bunga Majapahit (sandiwara,1949)
b. Cendera Mata (1950)
c. Lutung Kasarung (1949)

25.       P. Sengojo / Suripman
a. Mencari Angin (sajak)
        …Aku yang merasa tenang dalam kegirangan yang meresap dari pohon dihadapan…
b. Pecahan Bertebaran (esai, 1952-53-54)

26.       Muhammad Ali Maricar
Kumpulan cerpen, sajak, dan sandiwara :
        a. Pudjangga Baru
        b. Zenith
        c. Mimbar Indonesia
        d. Gelanggang / Siasat
        e. Konfrontasi
        f. Indonesia
        g. Hitam atas Putih
        h. Kepada Gadis Cintawati
         
     dan orang ini
         yang mengembung_mengempis
  mengisi hari
     akan meyerah kepada mati

27.       Dodong Djiwapradja
a. Gema Suasana (sajak)
b. Nyanyian Pagi Hari
       
    Alam tempat istri-istri setia
    Yang menuang teh buat suaminya
   

28.       Harjadi S. Hartowardojo
a. Luka Bayang (sajak)
b. Kumpulan Sajak-Sajak 1950-1953 (1964)
c. Anjing Makan Akar Kayu
 
  Dansa, hai !
  Melangkah, hai !
  berputar dalam lingkaran
  berbaris
  Tangan berkepit-kepitan
  Sahut hormati beta punya lagu :
  Asa-asu bukae hau baat
 

29.       Sutan Takdir Alisjahbana
a. Dian yang Tak Kunjung Padam (prosa)
b. Layar Terkembang (prosa)

30.       Sutomo Djauhar Arifin
Andang Teruna (prosa)

31.       Dajoh
Pahlawan Minahasa (prosa)

32.       Hamidah
Kehilangan Mestika (prosa)

33.       N. St. Iskandar
Hulubalang Raja (prosa)

34.       A. Dt. Madjoindo
Si Cebol Rindukan Bulan (prosa)

35.       Abdoel Moeis
Salah Asuhan (prosa)

36.       Selasih
Kalau Tak Untung (prosa)

37.       Suman H. S
a. Kawan Bergelut (prosa)
b. Mencari Pencuri Anak Perawan (prosa)

38.       Paulus Supit
Kasih Ibu (prosa)

39.       I Gusti Njoman Pandji Tisna
a. I Swasta (prosa)
b. Setahun di Bedahulu (prosa)

40.       Amir Hamzah
Nyanyian Sunyi (kumpulan puisi)

41.       H. B. Jasin
Gema Tanah Air (kumpulan puisi)

42.       Usmar Ismail (1943-1947)
Puntung Berasap (kumpulan puisi)

43.       Usman Awang
Gelombang (kumpulan puisi)

44.       Masuri S. N
a. Warna Suasana (kumpulan puisi)
b. Awan Putih (kumpulan puisi)

45.       A. Samad Said
Liar di Api (kumpulan puisi)

46.       Hajati
Bunga Matahari dan Melati (kumpulan puisi)

47.       Josha
Merana (kumpulan puisi)

48.       M. A. S
Puisi :
a. Padi Hampa
b. Diatas Tirtaraya
c. Guna Apa Kekayaan
d. Saat Kilaf

49.       B. M
Gurindam

50.       Muljadi S. K
a. Seminar Kasih (kumpulan puisi)
b. Sepantun Kupu
c. Rabuk
d. Isolasi

51.       Musi
a. Waktu (kumpulan puisi)
b. Tak Putus Asa

52.       Aj. Mustafa SA. M
Diri Pelupa (kumpulan puisi)

53.       Rahmat
Kejauhan (kumpulan puisi)

54.       Raif
Kenangan Lama (kumpulan puisi)

55.       Rajati
Insyaflah (kumpulan puisi)

56.       Ravo
a. Sunyi (kumpulan puisi)
b. Gilingan Reda Hidup

57.       Riff
a. Tak Sampai Hatiku (kumpulan puisi)
b. Nanti

58.       Soegiri
Getaran Jiwa (kumpulan puisi)

59.       M. Thalib
Kukira (kumpulan puisi)

60.       Lily
Permulaan Hidup

61.       Mundingsari
Puisi :
a. Rekomba
b. Awas Anjing Galak

62.       Nila Kusuma
Bukan Pilihannya (cerpen)

63.       Rijono Pratikto
Pelaut

64.       Ragawa
Cerpen :
        a. Belokan Nasib
        b. Pesan yang Penghabisan
        c. Sumpah Sinta

65.       A. Subijanto
Si bisu (cerpen)

66.       Siarisaputra
Laki-Laki (cerpen)

67.       J. Wanto
Dua Patah Kata (cerpen)

B. Sastra Cina Peranakan dalam Bahasa Melayu Angkatan ’45
1.   Pow Kioe An
                Si Nona Merah (1949)

2. Choong Lion Soen
                                Menanti Fadjar Menjingsing (1947)

3. Wen Chiao
                                Tjinta dan Pengorbanan (1949)

4.  Liem Poen Kie
                                a. Swimi Iblis (1950)
                                b. Tikoengan Dosa (1949)

5. Tan Hong Boen
                                Melani, Mutiara dari Djokdjakarta (1949)

6. Soe Lie Piet
                                a. Dewi Kintamani (1954)

7.   Tan Sioe Tjhay
a. Puteri Bungsu (1950)
                                b. Asrama di Balik Mega (1950)
                                c. Tanda Tangan Palsu (1950)
                                d. Wanita Guerilla (1949)

8.   Monaiho
                Oh Dasar Proentoengankoe (1949)

9.   Im Yang Giok
                Oedjan_Grimis di Siang Hari (1949)

10.  Tan Mo Goan
                            Doenia Terbalik...! (1949)

11.  Lauw Tian Bie
                            Pendekar Djikaloe (1949)

12. Ong Ping Lok
                           Cikadoet dan Mengoental...Doenia (1948)

13. Tjan Khing Yong
                           Tjung Yung dalam Bahasa Indonesia (1956)

14.  Nio Joe Lan
                            a. Tiongkok Poenya Nasib (1946)
                            b. Sastera Indonesia-Tionghoa (1962)

15.  Armijn Pane
                            Djinak-Djinak Merpati (Hantu Perempuan)
16.  Njoo Cheong Seng
a. Karena Hati Mati, Karena Mata Buta (teater, 1931)
b. Sjorga Boekan Sjorga tidak dengan Melinda (Beografie-Romans-Ketjil, 1945-1949, 1950)

17.  Kwee Kek Beng
                            Doea Poeloe Tahoen Sebagai Wartawan (1922-1947, 1948)

18.  Tio Tek Hong
                                 Kenang-Kenangan Riwajat Hidoep Saja dan Keadaan di Djakarta dari Tahoen 1882      Sampai Sekarang (1959).

C. Sastra Daerah Angkatan ‘45
1.   Bambang Sudjiman
Uripe Kramalejo Ing 5 Zaman (diterbitkan di majalah Penebar Semangat, Desember 1955)

2. Tjantrik Gn. Bromo
                        Uwas-Tiwas, Tatang-Tutug

3.  Sri Hadidjojo
    a. Serat Gerilja Solo
    b. Prijaji Saka Transmigrasi dan Tugas Luhur

4.  S. Kadarjono
a. Nebus
b. Swarga Ginawe Ayu
c. Sampjuh

5. Senggono
                        Kembang Kantil

6. Sunarno Siswo Rahardjo
                        Sinta

7. Sukandar S. G
                        Sunaring Katresnan

8. Widi Widajat
                        a. Deawet Aju
                        b. Rubedaning Donja

9. Ani Asmara
                        Anteping Katresnan

10. Harjowirogo
                        Djawi Kanda dan Djawi Hiswara

11. Widi Widajat
                        Jawa Espres di Surabaya (roman pelipur wuyung, 1949)



Daftar Pustaka

Salmon, Claudine, 1985. Sastra Cina Peranakan dalam Bahasa Melayu. Jakarta: Balai Pustaka.
Rosidi, Ajib, 1994. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Surabaya: Ruang Baca Sastra Indonesia Universitas Airlangga.
Google.wikipedia.id
Damono, S. Djoko. Novel Jawa Tahun 1950-an: Telaah Fungsi, Isi, dan Struktur. Surabaya: Perpustakaan Universitas Airlangga.





















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar