Rabu, 19 Januari 2011

KARL HEINRICH MARX




SEJARAH PEMIKIRAN MODERN






EUNIKE YOANITA (120710071)

DEPARTEMEN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2008



PENGANTAR

            Salah satu tokoh dalam bidang filsafat atau filsuf pada masa modern yang memiliki pengaruh cukup besar adalah Karl Marx. Karl Marx adalah seorang filsuf, pakar ekonomi politik dan teori kemasyarakatan dari Prusia. Marx sering dijuluki sebagai bapak komunisme, ia merupakan kaum terpelajar dan politikus. Ajaran Marx dibakukan oleh Friedrich Engels (1820-1895) dan Karl Kautsky (1854-1938). Semasa hidupnya dihabiskan untuk mencari tahu mengenai filsafat dan penelitian-penelitian bersama karibnya Friedrich Engels. Bukunya yang sangat terkenal ialah Das Kapital merupakan buku pertamanya. Walaupun Marx menulis tentang banyak hal semasa hidupnya, namun Marx sendiri paling terkenal atas analisinya terhadap sejarah, terutama mengenai pertentangan kelas, yang dapat diringakas sebagai ”Sejarah dari berbagai masyarakat hingga saat ini pada dasarnya adalah sejarah tentang pertentangan kelas”, sebagaimana yang tertulis dalam kalimat pembuka dari Manifesto Komunis. Meskipun dibesarkan dalam keluarga yang amat liberal namun Marx sendiri adalah seorang penganut komunisme. Marx percaya bahwa kapitalisme yang ada akan digantikan dengan komunisme, masyarakat tanpa kelas setelah beberapa periode dari sosialisme radikal yang menjadikan negara sebagai revolusi kediktatoran proletariat (kaum paling bawah di negara Romawi). Tidak hanya ide-ide pemikirannya yang banyak menentang Hegel membawanya menjadi penganut Hegelian Kiri dan menjadikannya salah seorang filsuf legendaris pada masanya.


BIOGRAFI

            Karl Heinrich Marx lahir di Trier, Jerman pada tanggal 5 Mei 1818 dalam keluarga Yahudi. Ayahnya bernama Herschel, keturunan para rabi. Karl Marx menjalani sekolah dirimah sampai ia berumur 13 tahun. Setelah lulus dari Gymnasius Trier karl marx melanjutkan pendidikannya di Universitas Bonn mengambil jurusan Hukum tahun 1835 pada usianya yang ke 17, dan ia bergabung dengan klub minuman keras Trier Travern akibatnya ia mendapatkan nilai buruk. Marx sangat tertarik untuk belajar kesusasteraan dan
filosofi tetapi ayahnya tidak menyetujuinya. Tahun berikutnya, ayahnya memaksa Karl Marx untuk pindah ke Universitas yang lebih baik yaitu Friedrich Wilhelms Universität di Berlin. Dan pada saat itu Marx banyak menulis puisi dan esai tentang kehidupan dengan menggunakan bahasa teologi yang diwarisi dari ayahnya seperti ”The Deity”. Karl marx memperoleh gelar doktoratnya pada tahun 1941  dengan tesis yang bertajuk ”The Difference Between the Democritean and Epicurean Philosophy of Nature. (Perbedaan Filsafat Alan Demokritos dan Epikurus)” namun kenyataannya Marx harus menyerahkan tesisnya kepada Universitas Jena karena dikhawatirkan reputasinya diantara fakultas sebagai seorang Hegelian Kiri akan menyebabkan penerimaan yang buruk di Berlin. Setelah menamatkan studinya, Marx menjadi wartawan dan redaktur pada suatu harian ”Rheinische Zeitung” yang diterbitkan di kota Cologne. Tetapi karena harian itu sering kali dikenai sensor oleh Prusia akhirnya Marx mengambil keputusan untuk meninggalkan Jerman. Pada akhirnya Karl Marx berpindah ke Paris dan ia bertemu dengan Friedrich Engels (1820-1895), anak seorang pemilik pabrik tenun di Barmen (Jerman). Sampai pada akhir hidupnya, Marx bersahabat dengan Engels. Engels seringkali memberikan banyak kontribusi terhadap penelitian-penelitian yang dilakukan oleh Karl Marx dan Engels sanggup meneruskan pekerjaan ilmiahnya. Dalam banyak hal Marx dan Engels seringkali bekerja sama dan juga menerbitkan karangan-karangan yang merupakan buah pena mereka. Ketika Marx pindah ke Prancis, Marx dan Engels menetap di Brussel. Disitu Marx dan Engels lebih intensif  mengarahkan perhatian kepada politik internasional. Mereka menjadi anggota ”Perhimpunan Komunis” dan mereka mendirikan Manifesto Komunis pada tahun 1848. Lalu pada revolusi Jerman pada tahun 1848 Marx dan Engels kembali ke Jerman dan disana mereka menerbitkan sebuah harian. Tetapi ketika revolusi itu ternyata gagal, Marx kembali lagi ke Paris dan menetap di London dan disitu pada tahun 1867 diterbitkan jilid pertama sebuah buku yang bernama Das Kapital  yang harus dianggap suatu karangan Marx yang paling penting. Karena pekerjaan organisatorisnya dalam gerakan komunis dan karena kesehatannya terganngu, Marx sendiri tidak sanggup untuk menyelesaikan buku ini. Sesudah Marx meninggal tanggal 14 Maret 1885 di London lalu Engels sendiri menerbitkan jilid ke dua dan ke tiga pada tahun 1885 dan 1894.

TOKOH YANG MEMPENGARUHI
            Karl Marx belajar ilmu hukum di Bonn dan terutama di Berlin, ternyata disana ia beralih ke filsafat dan merasa tertarik oleh filsafat Hegel yang seringkali disebut sebagai filsafat atheis. Lalu bergabunglah Marx ke lingkaran mahasiswa dan dosen muda yang dikenal sebagai Pemuda Hegelian. Sebagian dari mereka yang disebut juga sebagai Hegelian-Kiri menggunakan metode dialektika Hegel, yang dipisahkan dari isi teologisnya sebagai alat yang ampuh untuk melakukan kritik terhadap politik dan agama mapan saat itu.
            Georg Wilhelm Friedrich Hegel (1770-1831) merupakan tokoh/filsuf yang memberikan pengaruh besar terhadap eksistensi Marx dalam filosofinya. Saat Marx memutuskan untuk bersekolah di Friedrich Wilhelm Universität di Berlin sekolah milik Hegel, ia datang dengan harapan mendapatkan metode berfilsafat dengan tepat. Untuk itu tidaklah heran jika dari awal kedatangannya Marx berusaha melakukan kritik atas seorang Hegel dan melanjutkan teorinya.sebagaimana diketahui bahwa Hegel menganut suatu paham bahwa alam merupakan hasil Ruh (absolut), sehingga dialektika yang muncul adalah dialektika ide. Artinya, dengan demikian dialektika hanya tejadi dan dapat diterapkan dalam dunia abstrak, yaitu pikiran manusia. Prinsip dialektika Hegel ditolak oleh Karl Marx. Bagi Marx segala sesuatu yang bersifat rohani merupakan hasil daripada materi, sehingga dialektika yang ia kembangkan ialah dialektika materi. Seperti dahulu dilakukan Hegel, Marx  pun menggunakan metode dialektika (materialisme dialektis). Dan seperti filsafat Hegel sangat mementingkan sejarah, demikianpun Marx berusaha untuk memusatkan pemikirannya pada sejarah (materialisme historis). Karl Marx memang menolak ”idealisme” Hegel tetapi menerima metode filsafatnya (Dialektika).
         


INTI AJARAN
·        Materialisme
Materialisme adalah segala sesuatu yang ada dan dapat dirasakan kehadirannya oleh panca indera manusia. Materialisme mengatakan bahwa realitas seluruhnya terdiri dari materi. Maksudnya adalah, bahwa tiap-tiap benda atau kejadian dapat dijabarkan kepada materi atau salah satu proses materiil. Dalam materialisme ini doktrin pokoknya adalah ”dasar segala sesuatu adalah materi atau benda”.
·        Materialisme Ilmiah
Dalam paruh abad ke-19 materialisme mempunyai peranan penting. Materialisme pada abad ini banyak dianut oleh kalangan ilmu pengetahuan alam dan para pengikutnya menganggap prinsip materialistis sebagai buah hasil ilmu pengetahuan. Di dalam Materialisme Ilmiah ini semua bentuk dapat diterangkan menurut hukum yang mengatur materi dan gerak. Setiap kejadian dapat dibuktikan atau diprediksikan andaikata peristiwa sebelumnya sudah dapat ditentukan. Maksudnya adalah segala proses alam, baik organik/in organik telah dipastikan dan dapat diramalkan, jika segala fakta dan kondisi sebelumnya dapat diketahui. Salah satu daya tarik Materialisme Ilmiah ini dapat membebaskan manusia dari problem-problem yang membingungkan selama berabad-abad.
·        Materialisme Dialektis
Sama seperti para Hegelian Kiri, Marx juga mengagumi metode Materialisme Dialektika yang diperkenalkan oleh Hegel ke dalam filsafat. Namun pada teori dialektika milik Hegel berpusat kepada Ide dan Karl Marx ingin menjadikannya sebagi sebuah materi. Menurut Hegel, alam merupakann hasil daripada Roh namun tidak demikian dengan Marx dan Engels, mereka berpendapat bahwa segala sesuatu yang bersifat rohani berasal dari materi dan tidak sebaliknya. Salah satu prinsip materialisme dialektis adalah bahwa perubahan dalam hal kuantitas dapat mengakibatkan perubahan dalam hal kualitas. Materialisme Dialektika muncul sebagai perjuangan sosial yang hebat sebagai akibat revolusi industri. Doktrin filsafatnya adalah ”Bahwa perkembangan sejarah dimana materi dalam bentuk ekonomi dalam masyarakat dianggap sebagai dasar”.
  • Materialisme Historis
Dalam Materialisme Historistampak pengaruh Hegel atas Marx dan Engels, sebab peranan sejarah dalam pemikiran mereka pasti diwarisi dari Hegel. Tidak hanya kehidupan dan kesadaran manusia saja tetapi seluruh sejarah manusia harus diartikan secara materialistis. Menurut pendapat Marx, manusia memang mengadakan sejarahnya tetapi ia tidak bebas mengadakan sejarahnya. Sebagaimana juga materi,  sejarah pun dideterminasi secara dialektis bukan secara mekanistis. Marx berkeyakinan bahwa seluruh sejarah manusia menuju ke suatu keadaan ekonomis tertentu, yaitu komunisme, dimana milik pribadi akan diganti dengan milik bersama. Baru dalam keadaan itulah kebahagiaan umat manusia akan dicapai. Perkembangan menuju fase sejarah ini berlangsung secara mutlak dan tidak mungkin dihindarkan. Tetapi manusia dapat mempercepat proses ini dengan menjadi lebih sadar dan dengan aksi-aksi revolusioner yang berdasar atas penyadaran itu.
Perluasan dari Materialisme ini ternyata melahirkan paham Marxisme yang banyak dianut orang atas pemikiran Karl Marx.
ü Marxisme
Marxisme ialah sebuah paham atau aliran pemikiran yang lahir dari pemikiran Karl Marx. Marxisme berhungan rapat dengan manifestasinya yaitu ”komunisme”. Karl Marx menyusun sebuah teori besar yang berkaitan dengan sistem ekonomi, politik dan sosial. Pada dasarnya golongan Marxisme menganggap bahwa secar objektif, masyarakat manusia adalah suatu masyarakat yang terdiri daripada golongan menindas dan golongan ditindas. Ketidak adilan itu menurut Marxisme berakar pada sistem sosial manusia secara objek, dan bukan disebabkan oleh faktor subjektif secara moral dan budaya. Perkembangan marxisme di Eropa Barat dan eropa Timur sangat berbeda. Marxisme tidak mengenal adanya Tuhan. Marxisme merupakan materialisme histories yaitu perubahan dunia atau dialektika tentang perubahan dan materialisme histories yang berlandaskan pada materialisme dialektika. Materi berpengaruh pada ide. Materialisme bukan kesadaran manusia yang membentuk suatu perubahan tetapi perubahan dalam masyarakat yang membentuk kesadaran manusia. Dunia bukanlah sesuatu yang dipersepsikan melainkan sesuatu yang harus dirubah. Cita-cita marxisme yaitu lahirnya masyarakat sosialis dalam realitas social, melemahnya negara dalam sistem otoriter, dan ketiadaan penindasan. Pengaruh marxisme yang mempunyai arti hakiki berasal dari Lenin (1870-1924) terdapat di Eropa Timur. Di Eropa Timur kaum marxis sangat terikat oleh dogma (marxisme-leninisme) sedangkan di Eropa Barat ajaran Marxisme dipengaruhi oleh Marx dan Engels dan kaum marxis di Eropa Barat mempunyai kelonggaran kebebasan yang lebih besar dibanding yang dipunyai oleh kaum marxis di Eropa Timur. Namun hubungan antara Marx dan Marxisme adalah titik kontroversi. Marxisme tetap berpengaruh dan kontroversial dalam bidang akademi dan politik sampai saat ini. Dalam bukunya Marx, Das Kapital (2006), penulis biografi Francis Wheen mengulangi penelitian David McLellan yang menyatakan bahwa sejak Marxisme tidak berhasil di Barat, hal tersebut tidak menjadikan Marxisme sebagai ideologi formal, namun hal tersebut tidak dihalangi oleh kontrol pemerintah untuk dipelajari.
           
SIMPULAN/IKHTISAR
           
Dalam hidupnya, Marx terkenal sebagai orang yang sukar dimengerti, ide-ide nya mulai menunjukkan pengaruh yang besar dalam perkembangan pekerja segera setelah ia meninggal.

DAFTAR PUSTAKA

Santoso, Listiono, dkk., 2007, Epistemologi Kiri; Paradigma Materialisme Dialektis Dalam Epistemologi Karl Marx, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Bertens, K., 2007, Ringkasan Sejarah Filsafat, Yogyakarta: Kanisius.

Osborne, Richard., 2007, Filsafat Untuk Pemula, Yogyakarta: Kanisius.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar